Senin, 21 Oktober 2013

MAKALAH Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I, II, III tentang Nutrisi

 

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester    

I, II, III tentang Nutrisi


Untuk Memenuhi Tugas Asuhan Kebidanan 1
Penyusun :
Agnes Estiria Fiana (1206.001)
Chalimatus Sa’diyah (1206.005)
Eka Prastiyani (1206.015)
Sufildzah Atiqah (1206.052)
Yunita Andang Pantanasari (1206.057)

AKADEMI KEBIDANAN DELIMA PERSADA GRESIK
JL. Proklamasi No. 54 Gresik
Telp. (031) 3984249 / Fax. (031) 3971801
E-mail : delimapersada_gresik@yahoo.com
TAHUN PELAJARAN 2012-2013













BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar belakang
Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental dan sosial. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harusdiperhatikan agar kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kebutuhan fisik yang diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, peronal hygiene, pakaian,eliminasi, seksual, mobilisasi & body mekanik, exercise/senam hamil, istirahat/tidur,imunisasi, traveling, persiapan laktasi, persiapan kelahiran bayi, memantau kesejahteraan bayi, ketidaknyamanan dan cara mengatasinya, kunjungan ulang, pekerjaan, serta tanda bahaya dalam kehamilan.
            Namun pada kesempatan kali ini, kami membatasi pembahasan hanya berorientasi pada kebutuhan fisik yang mendasar, yakni nutrisi. Hal ini dilakukan selain merupakan judul tetap yang telah diberikan oleh dosen pembimbing, juga kami rasa merupakan hal yang sangat penting tapi sering diabaikan oleh seorang wanita hamil. Kebutuhan tentang nutrisi tersebut diatas akan kami bahas berikut ini

1.2              Rumusan masalah
1.2.1  Bagaimana kebutuhan nutrisi bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III ?

1.3              Tujuan
1.3.1   Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi ibu hamil pada trimester I, II, dan III

1.4              Manfaat
1.4.1    Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya tentang kebutuhan nutrisi bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III


BAB II
PEMBAHASAN
Dalam masa kehamilan, kebutuhan zat-zat gizi meningkat, hal ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang janin, pemeliharaan kesehatan ibu, dan persediaan laktasi baik untuk ibu maupun janin. Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan aneia, abortus, partus prematurus, inersia uteri, perdarahan pascapersalinan, sepsis puerperalis, dan lain lain. Energi
PEMBERIAN SUPLEMEN GIZI
Suplemen gizi adalah kemasan baik berupa tablet, kaplet, maupun sirup yang memiliki kandungan zat-zat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Umumnya zat-zat nutrisi yang ada dalam suplemen pada ibu hamil adalah :
Tujuan pemberian kesehatan ibu selama masa kehamilan
1.      Memaksimalkan kesehatan ibu selama masa kehamilan
2.      Persiapan ibu menghadapi persalinan
3.      Meningkatkan tumbuh kembang janin
Suplemen gizi yang lazim diberikan pada ibu hamil adalah zat besi, asam folat, kalsium, vitamin (B1, B6, B12, B kompleks, dan C). Kebutuhan suplemen yang paling penting pada ibu hamil adalah zat besi, asam folat, dan kalsium.

2.1   Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Trimester I (1-12 minggu)
Kebutuhan gizi ibu hamil pada trimester I meningkat secara minimal, karena pertumbuhan janin pada 3 bulan pertama masih lambat. Akan tetapi seluruh zat gizi yang dikonsumsi ibu hamil harus memenuhi kebutuhan janin, karena gizi menentukan nasib jabang bayi dikemudian hari. Pada trimester pertama kebutuhan zat gizi yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1.      Kalori
2.      Protein
3.      Vitamin dan Mineral
Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sekitar 70.000 -80.000 kilo kalori (kkal), dengan pertambahan berat badan sekitar 12,5 kg. Pertambahan kalori ini diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir. Untuk itu, tambahan kalori yang diperlukan setiap hari adalah sekitar 285-300 kkal.
Tambahan kalori diperlukan untuk pertumbuhan jaringan janin dan plasenta dan menambah volume darah serta cairan amnion (ketuban). Selain itu, kalori juga berguna sebagai cadangan ibu untuk keperluan melahirkan dan menyusui.
Agar kebutuhan kalori terpenuhi, Anda harus menggenjot konsumsi makanan dari sumber karbohidrat dan lemak. Karbohidrat bisa diperoleh melalui serelia (padi-padian) dan produk olahannya, kentang, gula, kacang-kacangan, biji-bijian dan susu. Sementara untuk lemak, Anda bisa mengonsumsi mentega, susu, telur, daging berlemak, alpukat dan minyak nabati.
Vitamin ini dibutuhan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi kimia di dalam tubuh yang melibatkan enzim. Selain membantu metabolisma asam amino, karbohidrat, lemak dan pembentukan sel darah merah, juga berperan dalam pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel saraf). Semakin berkembang otak jianin, semakin meningkat pula kemampuan untuk mengantarkan pesan.
Angka kecukupan vitamin B6 bagi ibu hamil adalah sekitar 2,2 miligram sehari. Makanan hewani adalah sumber yang kaya akan vitamin ini.
Kebutuhan ibu hamil di trimester III ini bukan hanya dari makanan tapi juga dari cairan. Ari sangat penting untuk pertubuhan sel-sel baru, mengatur suhu tubuh, melarutkan danmengatur proses metabolisma zat-zat gizi, serta mempertahankan volume darah yang meningkat selama masa kehamilan.
Jika cukup mengonsumsi cairan, buang air besar akan lancar sehingga terhindar dari sembelit serta risiko terkena infeksi saluran kemih.  Sebaiknya minum 8 gelas air putih sehari. Selain air putih, bisa pula dibantu dengan jus buah, makanan berkuah dan buah-buahan. Tapi jangan lupa, agar bobot tubuh tidak naik berlebihan, kurangi minuman bergula seperti sirop dan softdrink. 


2.2   Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Trimester II (13-28 minggu)
Kebutuhan gizi pada trimester kedua dan ketiga perlu diperhatikan karena terkait erat dengan prkemngan intelegensia janin. Pada usia kehamilan 15-20 mg, otak janin mengalami pertumbuhan pesat sekali. Bahkan memasuki minggu ke-30 sampai bayi berusia 18 bulan, otak mengalami fase pertumbuhan pesat kedua. Memasuki trimester kedua dan ketiga ibu hamil membutuhkan zat gizi.
Tambahan kalori pada trimester kedua 285 kalori setiap hari dibandingkan sebelum hamil. Konsuksi makanan ini setidaknya menghasilkan pertambahan bobot sekitar 8-15 kg sampai akhir trimester ketiga. Sejak trimester ketiga ini diusahakan untuk menambah bobot 0,5 kg setiap minggu. Diakhir bulan kelahiran, konsumsi karbohidrat (50-60% dari total kalori) diperlukan dalam takaran yang cukup unruk persiapan tenaga ibu dalam persalinan.
Kebutuhan protein untuk pertumbuhan janin dan plasenta, juga untuk memenuhi kebutuhan suplai darah darah. Kebutuhan protein didapat dari bahan makanan hewani seperti daging, ikan, telur dan nabati sepeti kacang-kacangan, tahu, dan tempe.
Vitamin dan mineral tetap dibutuhkan pada trimester kedua. Zat besi biasanya mulai dikonsumsi pada kehamilan trimester kedua.

2.3   Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Trimester III ( 29-40 minggu )
Pada trimester ke 3 tubuh membutuhkan vitamin B6 dalam jumlah banyak dibandingakn sebelum hamil. Vitamin ini dibutuhkan membentuk protein dari asam amino , darah merah, saraf otak, dan otot-otot tubuh. Bila protin tercukupi, maka kebutuhan vitamin B6 akan tercukupi pula. Makanan yang banyak  mengandung vitamin B6 ini antara lain ikan. Selain itu konsumsi juga bahan yang mengandung omega 3 yang banyak terkandung dalam daging ikan tuna dan salmon. omega 3 juga berperan dalam perkembangan otak dan retina janin.
      Zink dibutuhkan bagi sistem imunologi atau kekebalan tubuh. Konsumsi zink juga dapat menghindari lahirnya janin premature yang berperan dalam perkembangan otak janin, terutama trimester terakhir. Diduga kekurangan zink menyebabkan bibir sumbing. Makanan yang kaya zink antara lain daging sapi dan ikan.
      Kalsium dibutuhkan pada trimester I hingga trimester III, karena merupakan zat gizi penting selama masa kehamilan. Kebutuhan zat besi meningkat terutama pada awal trimester ke II khamilan. Faktanya hampir  70% ibu hamil di Indonesia menderita anemia. Sebab itu suplemen zat besi diupayakan untuk diberikan selama kehamilan guna memenuhi kebutuhan zat besi.



Tabel 2.1        Perbedaan Kebutuhan Gizi antara Ibu Hamil dan Tidak Hamil

Zat Gizi
Kebutuhan Wanita Dewasa
Kebutuhan Wanita Hamil
Sumber Makanan
Energi (kalori)
2500
+ 300
Padi-padian, jagung, umbi-umbian, mie, roti
Protein (gram)
40
+ 10
Daging, ikan, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe
Kalsium (mg)
0,5
+ 0,6
Susu, ikan teri, kacang-kacangan, sayuran hijau
Zat besi (mg)
28
+ 2
Daging, hati, sayuran hijau.
Vit. A (SI)
3500
+ 500
Hati, kuning telur, sayur dan buah berwarna hijau dan kuning kemerahan
Vit. B1 (mg)
0,8
+ 0,2
Biji-bijian, padi-padian, kacang-kacangan, daging
Vit. B2 (mg)
1,3
+ 0,2
Hati, telur, sayur, kacang-kacangan
Vit. B6 (mg)
12,4
+ 2
Hati, daging, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan
Vit. C (mg)
20
+20
Buah dan sayur
Sumber: Proverawati, 2010


2.4  Status Gizi Ibu Hamil
Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan, apabila status gizi ibu buruk, baik sebelum kehamilan atau pada saat kehamilan akan menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR). Disamping itu akan mengakibatkan terlambatnya pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah terinfeksi, abortus dan sebagainya. Kondisi anak yang terlahir dari ibu yang kekurangan gizi dan hidup dalam lingkungan yang miskin akan menghasilkan generasi kekurangan gizi dan mudah terkena penyakit infeksi. Keadaan ini biasanya ditandai dengan berat dan tinggi badan yang kurang optimal (Supariasa, 2001). Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan, apabila status gizi ibu buruk, baik sebelum kehamilan atau pada saat kehamilan akan menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR). Disamping itu akan mengakibatkan terlambatnya pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah terinfeksi, abortus dan sebagainya. Kondisi anak yang terlahir dari ibu yang kekurangan gizi dan hidup dalam lingkungan yang miskin akan menghasilkan generasi kekurangan gizi dan mudah terkena penyakit infeksi. Keadaan ini biasanya ditandai dengan berat dan tinggi badan yang kurang optimal (Supariasa, 2001).

Peningkatan berat bada selama kehamilan menurut buku gizi ibu hamil karangan Weni Kristiyanasari, S.Kep. Ns

IMT (kg/m2)
Total kenaikan berat badan yang disarankan
Selama trimester II dan III
Kurus (IMT <18,5)
12,7 – 18,1 kg
0,5 kg/minggu
Normal (IMT 18,5 – 22,9)
11,3 – 15,9 kg
0,4 kg/minggu
Overweight (IMT 23- 29,9)
6,8 – 11,3 kg
0,3 kg/minggu
Obesitas (IMT >30)

0,2 kg/minggu
Bayi kembar
15,9 – 20,4 kg
0,7 kg/minggu



Pada kehamilan trimester I biasanya terjadi penigkatan berat badan yang tidak berarti yaitu sekitar 1-2kg. Kebutuhan energi trimester I meningkat secara minimal. WHO mengajurkan penambahan energi 10kkal untuk trimester I.

Selain itu, mengetahui status gizi ibu hamil harus di lakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LLA). Pengukuran LLA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita kurang enegri kronis (KEK). Di Indonesia batas LLA dengan resiko KEK adalah 23,5cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Untuk mencegah resiko KEK pada ibu hamil sebelum kehamilan wanita usia subur sudah harus mempunyai gizi yang baik, misalnya LLA tidak kuarang dari 23,5 cm



Sasaran : Wanita Usia Subur umur 15–45 tahun dan ibu hamil.
Alat : pita LiLA sepanjang 33 cm dengan ketelitian 0,1 cm atau meteran kain.
PERSIAPAN :
  1. Pastikan pita LiLA tidak kusut, tidak terlipat-lipat atau tidak sobek
  2. Jika lengan responden > 33cm, gunakan meteran kain
  3. Responden diminta berdiri dengan tegak tetapi rileks, tidak memegang apapun serta otot lengan tidak tegang
  4. Baju pada lengan kiri disingsingkan keatas sampai pangkal bahu terlihat atau lengan bagian atas tidak tertutup.
PENGUKU RAN:
Sebelum pengukuran, dengan sopan minta izin kepada responden bahwa petugas akan menyingsingkan baju lengan kiri responden sampai pangkal bahu. Bila responden keberatan, minta izin pengukuran dilakukan di dalam ruangan yang tertutup.
  1. Tentukan posisi pangkal bahu.
  2. Tentukan posisi ujung siku dengan cara siku dilipat dengan telapak tangan ke arah perut.
  3. Tentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku dengan menggunakan pita LiLA atau meteran (Lihat Gambar), dan beri tanda dengan pulpen/spidol (sebelumnya dengan sopan minta izin kepada responden). Bila menggunakan pita LiLA perhatikan titik nolnya.
  4. Lingkarkan pita LiLA sesuai tanda pulpen di sekeliling lengan responden sesuai tanda (di pertengahan antara pangkal bahu dan siku).
  5. Masukkan ujung pita di lubang yang ada pada pita LiLA.
  6. Pita ditarik dengan perlahan, jangan terlalu ketat atau longgar.
  7. Baca angka yang ditunjukkan oleh tanda panah pada pita LiLA (kearah angka yang lebih besar).
  8. Tuliskan angka pembacaan
Keterangan:
Jika lengan kiri lumpuh, yang diukur adalah lengan kanan (beri keterangan pada kolom catatan pengumpul data).
  • Simpan pita LiLA dengan baik, jangan sampai berlipat-lipat.
  • Simpan pita LiLA dengan baik, jangan sampai berlipat-lipat atau sobek.



gambar pengukuran LiLA
Menentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku dengan meteran
Lingkarkan dan masukkan ujung pita di lubang yang ada pada pita LILA. Baca menurut tanda panah
Menentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku dengan pita LILA
2.5  Faktor yang mempengaruhi ibu hamil

1.      Umur
Lebih muda umur seorang wanita yang hamil, lebih banyak energi yang diperlukan.

Tanda kecukupan gizi pada ibu hamil
NO
Status
Tanda
1
Keadaan umum
Reponsive, besit
2
Berat badan
Normal sesuai tinggi dan bntuk tubuh
3
Postur
Tegak, tungkai dan lengan lurus
4
Otot
Kuat, kenyal, sedikit lemak di bawah kulit
5
Syaraf
Perhatian baik, tidak mudah tersinggung, reflek normal
6
Pencernaan
Nafsu makan baik
7
Jantung
Detak dan irama normal, tekanan darah normal sesuai usia
8
Vitalitas umum
Ketahanan baik, energi, cukup tidur, penuh semangat
9
Rambut
Mengkilat, keras dan tak mudah rontok
10
Kulit
Licin, cukup lembab, warna segar
11
Muka dan leher
Warna samar, licin, tampak sehat,segar
12
Bibir
Licin, warna tidak pucat, lembab, tidak bengkak
13
Mulut
Tidak ada luka dan selaput merah
14
Gusi
Merah normal, tidak ada perdarahan
15
Lidah
Merah normal, licin, tidak ada luka
16
Gigi geligi
Tak berlubang, tidak nyeri, mengkilat, lurus dagu normal, bersih dan tidak ada perdarahan
17
Mata
Bersinar, bersih, selaput besar merah, tidak ada perdarahan
18
Kelenjar
Tidak ada pembesaran
19
Kuku
Keras dan kemerahan
20
Tungkai
Kaki tidak bengkak, normal


2.      Berat Badan
Berat badan yang lebih ataupun kurang dari pada berat badan rata-rata untuk umur tertentu merupakan faktor untuk menentukan jumlah zat makanan yang harus diberikan agar kehamilannya lancar. Dinegara maju pertambahan berat selama hamil sekitar 12-14 kg. Kalau ibu kekurangan gizi, pertambahannya hanya 7-8 kg dengan akibat akan mlahirkan bayi BBLR.
3.      Suhu Lingkungan
Suhu tubuh dipertahankan pada 36,5 derajat sampai 37 derajat untuk metabolisme yang optimum. Dengan adanya perbedaan suhu antara tubuh dan lingkungannya, maka tubuh dan melepaskan sebagian panasnya yang harus diganti dengan hasil metabolisme tubuh. Maka lebih besar perbedaan bsuhu tubuh dan lingkungan berarti besar pula masukan energi yang diperlukan.
4.      Aktivitas
Setiap aktifitas memerlukan energi, makin banyak aktifitas yang dilakukan makin banyak energi yang diperlukan tubuh.
5.      Status Kesehatan
Pada kondisi sakit asupan energi tidak boleh dilupakan. Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi tablet yang mengandung zat besi.
6.      Pengetahuan Zat Gizi dalam Makanan
7.      Kebiasaan dan Pandangan Wanita terhadap Makanan
Pada umumnya kaum wanita lbih memberikan perhatian khusus pada kepala keluarga dan anak-anaknya. Ibu hamil harus mengkonsumsi kalori paling sedikit 3000 kalori per hari.
8.      Status Ekonomi
Baik status ekonomi maupun sosial sangat mempengaruhi seorang wanita dalam memilih makanannya.


2.6  Dampak kekurangan Gizi pada Ibu Hamil
            Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan BBLR, terhambatnya pertumbuhan otak janin, bayi lahir dengan kurang darah (anemia), bayi mudah terkna infeksi dan dapat mengakibatkan abortus. Status gizi pada ibu hamil dapat ditingkatkan dengan menganjukan ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang memenuhi zat-zat gizi yang telah diuraikan diatas.
Masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil :
1.      Anemi gizi besi
Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada dibawah normal. Anemia defesiensi besi merupakan salah satu gangguan yang sering terjadi selama kehamilan. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak.
2.      Kenaikan berat badan selama hamil yang rndah
Di negara maju rata-rata kenaikan berat badan selam hamil sebesar 12-14 kg, bila ibu hamil kurang gizi, maka pertambahanya hanya 7-8 kg yang berakibat melahirkan bayi BBLR.
3.       Masalah ngidam (emesis gravidarum)
Bila berlebihan disebut hiperemesis atau tidak normal sehingga harus memperhatikan kebutuhan gizi. Keadaan ini berlangsung pada trimester 1 ketikka janin tumbuh besar sehingga kebutuhan gizi ekstra belumlah mendesak. Pada trimester ke 2 dan 3 emesis jarang terjadi lagi tetapi kebutuhan gizi ekstra untuk pertumbuhan janin perlu.

2.7  Cara mengolah makanan bagi ibu hamil
                   Makan segar yang kaya gizi banyak dikonsumsi namun mudah terjangkit bakteri dan jamur. Makanan jangan terlalu lama disimpan, terutama jenis tepung, havernut, tepung maizena. Susu yang terlalu lama terkna cahaya dapat kehilangan vitamin B, jika tidak ada  lemari es simpan di kotak susu yang terlindung oleh sinar matahari langsung dan perhatikan pada tanggal kadaluarsa. Jangan garami daging atau ikan sebelum dimasak, karena dapat melenyapkan sarinya yang alami.





Contoh menu makanan ibu hamil
Waktu
Menu
Gram
Ukuran Rumah Tangga
Manfaat Nutrisi
Pagi pukul 07.00
·         Nasi goreng
·         Telur dadar
·         Lalapan tomat dan ketumun
·         Sari jeruk
200
50
100

200
2gelas
1butir
1 gelas

1 gelas
Zat tenaga : 2
Zat pembangun : 1
Zat pengatur : 1
Zat pengatur : 1
Pukul 10.00
·         Bubur kacang ijo
·         Jus tomat
200
200
1 gelas
1 gelas
Zat pembangun : 1
Zaty pengatuir : 1
Siang pukul 12.00
·         Nasi
·         Empal daging
·         Oseng tahu
·         Cah sawi dan wortel
·         Apel
200
100
100
100

100
2gelas
2potong
4potong
1gelas

1buah
Zat tenaga : 2
Zat pembangun : 2
Zat pembangiun : 2
Zat pengatur : 1
Zat pengatur : 1

Pukul 15.00
·         Rujak buah
·         Susu
200
200
1gelas
1gelas
Zat pengatur : 1
Zat pembangun : 1


Malam pukul 18.00
·         Nasi
·         Ayam bakar
·         Tempe penyet
·         Lalapan (kubis, ketimun, leunca)
·         Melon
200
100
50

100

100
2gelas
2potong
2potong

1gelas

1 potong
Zat tenaga : 2
Zat pembangun : 2
Zat pembangun : 1
Zat pengatur : 1
Zat pengatur : 1

Pukul 21.00
·         susu
200
1gelas
Zat pembangun : 1
  



BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

            Dapat disimpulkan disini bahwa nutrisi memerankan peranan sangat penting dalam kesehatan ibu juga kesejahteraan bayinya. Maka dari itu baik ibu hamil maupun keluarganya harus memperhatikan asupan gizi ibu hamil baik pilihan nutrisinya, jumlah, cara pengolahan serta makanan yang sebisanya dihindari selama kehamilan.


3.2 Saran
Baik ibu hamil maupun keluarganya harus memperhatikan asupan gizi ibu hamil baik pilihan nutrisinya, jumlah, cara pengolahan serta makanan yang sebisanya dihindari selama kehamilan sehingga ibu dan bayinya tetap sehat dan harus diperhatikan bahwa pemberian nutrisi bagi ibu hamil tidak boleh lebih juga tidak boleh kurang.








DAFTAR PUSTAKA

Erna, Yuyun, dan Heriyati. 2005. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : ECG

Martini, Fairus dan Prasetyowati. 2004. Gizi dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta. Dian Rakyat
Christianasari, Weni. 2010. Gizi Ibu Hamil. Yogyakarta. Nuha Medika.
I Dewa Nyoman Supariyasa, dkk. 2002. Penelitian Status Gizi. Jakarta : ECG
Yulaicha, Lily. 2009. Seri Asuhan Kebidanan Kehamilan, Jakarta : EGC










































Tidak ada komentar:

Posting Komentar