Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester
I, II, III tentang Nutrisi
Untuk Memenuhi
Tugas Asuhan Kebidanan 1

Penyusun :
Agnes Estiria
Fiana (1206.001)
Chalimatus
Sa’diyah (1206.005)
Eka Prastiyani
(1206.015)
Sufildzah Atiqah (1206.052)
Yunita Andang
Pantanasari (1206.057)
AKADEMI KEBIDANAN DELIMA PERSADA GRESIK
JL. Proklamasi No. 54 Gresik
Telp. (031) 3984249 / Fax. (031) 3971801
E-mail : delimapersada_gresik@yahoo.com
TAHUN PELAJARAN 2012-2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang
Kehamilan merupakan
suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi
perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental dan
sosial. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harusdiperhatikan
agar kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kebutuhan fisik yang
diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, peronal hygiene,
pakaian,eliminasi, seksual, mobilisasi & body mekanik, exercise/senam hamil,
istirahat/tidur,imunisasi, traveling, persiapan laktasi, persiapan kelahiran
bayi, memantau kesejahteraan bayi, ketidaknyamanan dan cara mengatasinya,
kunjungan ulang, pekerjaan, serta tanda bahaya dalam kehamilan.
Namun pada kesempatan kali ini, kami membatasi pembahasan hanya berorientasi pada kebutuhan fisik yang mendasar, yakni nutrisi. Hal ini dilakukan selain merupakan judul tetap yang telah diberikan oleh dosen pembimbing, juga kami rasa merupakan hal yang sangat penting tapi sering diabaikan oleh seorang wanita hamil. Kebutuhan tentang nutrisi tersebut diatas akan kami bahas berikut ini
Namun pada kesempatan kali ini, kami membatasi pembahasan hanya berorientasi pada kebutuhan fisik yang mendasar, yakni nutrisi. Hal ini dilakukan selain merupakan judul tetap yang telah diberikan oleh dosen pembimbing, juga kami rasa merupakan hal yang sangat penting tapi sering diabaikan oleh seorang wanita hamil. Kebutuhan tentang nutrisi tersebut diatas akan kami bahas berikut ini
1.2
Rumusan
masalah
1.2.1 Bagaimana
kebutuhan nutrisi bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III ?
1.3
Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui kebutuhan
nutrisi ibu hamil pada trimester I, II, dan III
1.4
Manfaat
1.4.1 Hasil
dari penulisan ini diharapkan dapat
memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya tentang kebutuhan nutrisi bagi
ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam masa kehamilan,
kebutuhan zat-zat gizi meningkat, hal ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
tumbuh kembang janin, pemeliharaan kesehatan ibu, dan persediaan laktasi baik
untuk ibu maupun janin. Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan aneia, abortus,
partus prematurus, inersia uteri, perdarahan pascapersalinan, sepsis
puerperalis, dan lain lain. Energi
PEMBERIAN
SUPLEMEN GIZI
Suplemen gizi adalah kemasan baik
berupa tablet, kaplet, maupun sirup yang memiliki kandungan zat-zat nutrisi
yang dibutuhkan oleh tubuh. Umumnya zat-zat nutrisi yang ada dalam suplemen
pada ibu hamil adalah :
Tujuan
pemberian kesehatan ibu selama masa kehamilan
1.
Memaksimalkan
kesehatan ibu selama masa kehamilan
2.
Persiapan
ibu menghadapi persalinan
3.
Meningkatkan
tumbuh kembang janin
Suplemen gizi yang lazim diberikan
pada ibu hamil adalah zat besi, asam folat, kalsium, vitamin (B1, B6, B12, B
kompleks, dan C). Kebutuhan suplemen yang paling penting pada ibu hamil adalah
zat besi, asam folat, dan kalsium.
2.1
Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Trimester I (1-12
minggu)
Kebutuhan
gizi ibu hamil pada trimester I meningkat secara minimal, karena pertumbuhan
janin pada 3 bulan pertama masih lambat. Akan tetapi seluruh zat gizi yang
dikonsumsi ibu hamil harus memenuhi kebutuhan janin, karena gizi menentukan
nasib jabang bayi dikemudian hari. Pada trimester pertama kebutuhan zat gizi
yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1.
Kalori
2.
Protein
3.
Vitamin
dan Mineral
Kebutuhan kalori selama kehamilan
adalah sekitar 70.000 -80.000 kilo kalori (kkal), dengan pertambahan berat
badan sekitar 12,5 kg. Pertambahan kalori ini diperlukan terutama pada 20
minggu terakhir. Untuk itu, tambahan kalori yang diperlukan setiap hari adalah
sekitar 285-300 kkal.
Tambahan kalori diperlukan untuk
pertumbuhan jaringan janin dan plasenta dan menambah volume darah serta cairan
amnion (ketuban). Selain itu, kalori juga berguna sebagai cadangan ibu untuk
keperluan melahirkan dan menyusui.
Agar kebutuhan kalori terpenuhi,
Anda harus menggenjot konsumsi makanan dari sumber karbohidrat dan lemak.
Karbohidrat bisa diperoleh melalui serelia (padi-padian) dan produk olahannya,
kentang, gula, kacang-kacangan, biji-bijian dan susu. Sementara untuk lemak,
Anda bisa mengonsumsi mentega, susu, telur, daging berlemak, alpukat dan minyak
nabati.
Vitamin ini dibutuhan untuk
menjalankan lebih dari 100 reaksi kimia di dalam tubuh yang melibatkan enzim.
Selain membantu metabolisma asam amino, karbohidrat, lemak dan pembentukan sel
darah merah, juga berperan dalam pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia
penghantar pesan antar sel saraf). Semakin berkembang otak jianin, semakin
meningkat pula kemampuan untuk mengantarkan pesan.
Angka kecukupan vitamin B6 bagi ibu
hamil adalah sekitar 2,2 miligram sehari. Makanan hewani adalah sumber yang
kaya akan vitamin ini.
Kebutuhan ibu hamil di trimester III
ini bukan hanya dari makanan tapi juga dari cairan. Ari sangat penting untuk
pertubuhan sel-sel baru, mengatur suhu tubuh, melarutkan danmengatur proses
metabolisma zat-zat gizi, serta mempertahankan volume darah yang meningkat selama
masa kehamilan.
Jika cukup mengonsumsi cairan, buang
air besar akan lancar sehingga terhindar dari sembelit serta risiko terkena
infeksi saluran kemih. Sebaiknya minum 8 gelas air putih sehari. Selain
air putih, bisa pula dibantu dengan jus buah, makanan berkuah dan buah-buahan.
Tapi jangan lupa, agar bobot tubuh tidak naik berlebihan, kurangi minuman
bergula seperti sirop dan softdrink.
2.2 Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Trimester II (13-28
minggu)
Kebutuhan gizi pada
trimester kedua dan ketiga perlu diperhatikan karena terkait erat dengan
prkemngan intelegensia janin. Pada
usia kehamilan 15-20 mg, otak janin mengalami pertumbuhan pesat sekali. Bahkan
memasuki minggu ke-30 sampai bayi berusia 18 bulan, otak mengalami fase
pertumbuhan pesat kedua. Memasuki trimester kedua dan ketiga ibu hamil
membutuhkan zat gizi.
Tambahan kalori pada
trimester kedua 285 kalori setiap hari dibandingkan sebelum hamil. Konsuksi
makanan ini setidaknya menghasilkan pertambahan bobot sekitar 8-15 kg sampai
akhir trimester ketiga. Sejak trimester ketiga ini diusahakan untuk menambah
bobot 0,5 kg setiap minggu. Diakhir bulan kelahiran, konsumsi karbohidrat
(50-60% dari total kalori) diperlukan dalam takaran yang cukup unruk persiapan
tenaga ibu dalam persalinan.
Kebutuhan protein untuk
pertumbuhan janin dan plasenta, juga untuk memenuhi kebutuhan suplai darah
darah. Kebutuhan protein didapat dari bahan makanan hewani seperti daging,
ikan, telur dan nabati sepeti kacang-kacangan, tahu, dan tempe.
Vitamin dan mineral tetap dibutuhkan pada trimester
kedua. Zat besi biasanya mulai dikonsumsi pada kehamilan trimester kedua.
2.3 Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Trimester III ( 29-40
minggu )
Pada trimester ke 3
tubuh membutuhkan vitamin B6 dalam jumlah banyak dibandingakn sebelum hamil.
Vitamin ini dibutuhkan membentuk protein dari asam amino , darah merah, saraf
otak, dan otot-otot tubuh. Bila protin tercukupi, maka kebutuhan vitamin B6
akan tercukupi pula. Makanan yang banyak
mengandung vitamin B6 ini antara lain ikan. Selain itu konsumsi juga bahan
yang mengandung omega 3 yang banyak terkandung dalam daging ikan tuna dan salmon. omega 3
juga berperan dalam perkembangan otak dan retina janin.
Zink dibutuhkan bagi sistem imunologi atau
kekebalan tubuh. Konsumsi zink juga dapat menghindari lahirnya janin premature
yang berperan dalam perkembangan otak janin, terutama trimester terakhir.
Diduga kekurangan zink menyebabkan bibir sumbing. Makanan yang kaya zink antara
lain daging sapi dan ikan.
Kalsium dibutuhkan pada trimester I hingga
trimester III, karena merupakan zat gizi penting selama masa kehamilan.
Kebutuhan zat besi meningkat terutama pada awal trimester ke II khamilan.
Faktanya hampir 70% ibu hamil di
Indonesia menderita anemia. Sebab itu suplemen zat besi diupayakan untuk
diberikan selama kehamilan guna memenuhi kebutuhan zat besi.
Tabel 2.1 Perbedaan
Kebutuhan Gizi antara Ibu Hamil dan Tidak Hamil
|
Zat Gizi
|
Kebutuhan Wanita Dewasa
|
Kebutuhan Wanita Hamil
|
Sumber Makanan
|
|
Energi (kalori)
|
2500
|
+ 300
|
Padi-padian, jagung, umbi-umbian, mie, roti
|
|
Protein (gram)
|
40
|
+ 10
|
Daging, ikan, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe
|
|
Kalsium (mg)
|
0,5
|
+ 0,6
|
Susu, ikan teri, kacang-kacangan, sayuran hijau
|
|
Zat besi (mg)
|
28
|
+ 2
|
Daging, hati, sayuran hijau.
|
|
Vit. A (SI)
|
3500
|
+ 500
|
Hati, kuning telur, sayur dan buah berwarna hijau dan kuning kemerahan
|
|
Vit. B1 (mg)
|
0,8
|
+ 0,2
|
Biji-bijian, padi-padian, kacang-kacangan, daging
|
|
Vit. B2 (mg)
|
1,3
|
+ 0,2
|
Hati, telur, sayur, kacang-kacangan
|
|
Vit. B6 (mg)
|
12,4
|
+ 2
|
Hati, daging, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan
|
|
Vit. C (mg)
|
20
|
+20
|
Buah dan sayur
|
Sumber: Proverawati, 2010
2.4 Status Gizi
Ibu Hamil
Status gizi ibu hamil sangat
mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan, apabila status gizi ibu buruk,
baik sebelum kehamilan atau pada saat kehamilan akan menyebabkan berat badan
lahir rendah (BBLR). Disamping itu akan mengakibatkan terlambatnya pertumbuhan
otak janin, anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah terinfeksi,
abortus dan sebagainya. Kondisi anak yang terlahir dari ibu yang kekurangan
gizi dan hidup dalam lingkungan yang miskin akan menghasilkan generasi
kekurangan gizi dan mudah terkena penyakit infeksi. Keadaan ini biasanya
ditandai dengan berat dan tinggi badan yang kurang optimal (Supariasa, 2001). Status
gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan, apabila
status gizi ibu buruk, baik sebelum kehamilan atau pada saat kehamilan akan
menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR). Disamping itu akan mengakibatkan
terlambatnya pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, bayi baru
lahir mudah terinfeksi, abortus dan sebagainya. Kondisi anak yang terlahir dari
ibu yang kekurangan gizi dan hidup dalam lingkungan yang miskin akan
menghasilkan generasi kekurangan gizi dan mudah terkena penyakit infeksi.
Keadaan ini biasanya ditandai dengan berat dan tinggi badan yang kurang optimal
(Supariasa, 2001).
Peningkatan berat
bada selama kehamilan menurut buku gizi ibu hamil karangan Weni Kristiyanasari,
S.Kep. Ns
|
IMT (kg/m2)
|
Total kenaikan berat badan yang
disarankan
|
Selama trimester II dan III
|
|
Kurus (IMT <18,5)
|
12,7 – 18,1 kg
|
0,5 kg/minggu
|
|
Normal (IMT 18,5 – 22,9)
|
11,3 – 15,9 kg
|
0,4 kg/minggu
|
|
Overweight (IMT 23- 29,9)
|
6,8 – 11,3 kg
|
0,3 kg/minggu
|
|
Obesitas (IMT >30)
|
|
0,2 kg/minggu
|
|
Bayi kembar
|
15,9 – 20,4 kg
|
0,7 kg/minggu
|
Pada kehamilan
trimester I biasanya terjadi penigkatan berat badan yang tidak berarti yaitu
sekitar 1-2kg. Kebutuhan energi trimester I meningkat secara minimal. WHO
mengajurkan penambahan energi 10kkal untuk trimester I.
Selain itu, mengetahui status gizi ibu hamil harus di lakukan pengukuran
Lingkar Lengan Atas (LLA). Pengukuran LLA dimaksudkan untuk mengetahui apakah
seseorang menderita kurang enegri kronis (KEK). Di Indonesia batas LLA dengan
resiko KEK adalah 23,5cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko KEK
diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Untuk mencegah resiko KEK pada ibu
hamil sebelum kehamilan wanita usia subur sudah harus mempunyai gizi yang baik,
misalnya LLA tidak kuarang dari 23,5 cm
Sasaran : Wanita Usia Subur umur 15–45 tahun dan ibu hamil.
Alat : pita LiLA sepanjang 33 cm dengan ketelitian 0,1 cm atau meteran kain.
PERSIAPAN :
- Pastikan pita LiLA tidak kusut, tidak terlipat-lipat atau tidak sobek
- Jika lengan responden > 33cm, gunakan meteran kain
- Responden diminta berdiri dengan tegak tetapi rileks, tidak memegang
apapun serta otot lengan tidak tegang
- Baju pada lengan kiri disingsingkan keatas sampai pangkal bahu
terlihat atau lengan bagian atas tidak tertutup.
PENGUKU RAN:
Sebelum pengukuran, dengan sopan minta izin kepada responden bahwa petugas
akan menyingsingkan baju lengan kiri responden sampai pangkal bahu. Bila
responden keberatan, minta izin pengukuran dilakukan di dalam ruangan yang
tertutup.
- Tentukan posisi pangkal bahu.
- Tentukan posisi ujung siku dengan cara siku dilipat dengan telapak
tangan ke arah perut.
- Tentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku dengan
menggunakan pita LiLA atau meteran (Lihat Gambar), dan beri tanda
dengan pulpen/spidol (sebelumnya dengan sopan minta izin kepada
responden). Bila menggunakan pita LiLA perhatikan titik nolnya.
- Lingkarkan pita LiLA sesuai tanda pulpen di sekeliling lengan
responden sesuai tanda (di pertengahan antara pangkal bahu dan siku).
- Masukkan ujung pita di lubang yang ada pada pita LiLA.
- Pita ditarik dengan perlahan, jangan terlalu ketat atau longgar.
- Baca angka yang ditunjukkan oleh tanda panah pada pita LiLA (kearah
angka yang lebih besar).
- Tuliskan angka pembacaan
Keterangan:
Jika lengan kiri lumpuh, yang diukur adalah lengan kanan (beri keterangan
pada kolom catatan pengumpul data).
- Simpan pita LiLA dengan baik, jangan sampai berlipat-lipat.
- Simpan pita LiLA dengan baik, jangan sampai berlipat-lipat atau sobek.
gambar pengukuran LiLA
Menentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku dengan meteran
Lingkarkan dan masukkan ujung pita di lubang yang ada pada pita LILA. Baca
menurut tanda panah
Menentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku dengan pita LILA
2.5 Faktor yang mempengaruhi ibu
hamil
1.
Umur
Lebih muda
umur seorang wanita yang hamil, lebih banyak energi yang diperlukan.
Tanda
kecukupan gizi pada ibu hamil
|
NO
|
Status
|
Tanda
|
|
1
|
Keadaan umum
|
Reponsive, besit
|
|
2
|
Berat badan
|
Normal sesuai
tinggi dan bntuk tubuh
|
|
3
|
Postur
|
Tegak, tungkai
dan lengan lurus
|
|
4
|
Otot
|
Kuat, kenyal,
sedikit lemak di bawah kulit
|
|
5
|
Syaraf
|
Perhatian baik,
tidak mudah tersinggung, reflek normal
|
|
6
|
Pencernaan
|
Nafsu makan baik
|
|
7
|
Jantung
|
Detak dan irama
normal, tekanan darah normal sesuai usia
|
|
8
|
Vitalitas
umum
|
Ketahanan baik,
energi, cukup tidur, penuh semangat
|
|
9
|
Rambut
|
Mengkilat, keras
dan tak mudah rontok
|
|
10
|
Kulit
|
Licin, cukup
lembab, warna segar
|
|
11
|
Muka dan
leher
|
Warna samar,
licin, tampak sehat,segar
|
|
12
|
Bibir
|
Licin, warna
tidak pucat, lembab, tidak bengkak
|
|
13
|
Mulut
|
Tidak ada luka
dan selaput merah
|
|
14
|
Gusi
|
Merah normal,
tidak ada perdarahan
|
|
15
|
Lidah
|
Merah normal,
licin, tidak ada luka
|
|
16
|
Gigi geligi
|
Tak berlubang,
tidak nyeri, mengkilat, lurus dagu normal, bersih dan tidak ada perdarahan
|
|
17
|
Mata
|
Bersinar, bersih,
selaput besar merah, tidak ada perdarahan
|
|
18
|
Kelenjar
|
Tidak ada
pembesaran
|
|
19
|
Kuku
|
Keras dan
kemerahan
|
|
20
|
Tungkai
|
Kaki tidak
bengkak, normal
|
2.
Berat Badan
Berat
badan yang lebih ataupun kurang dari pada berat badan rata-rata untuk umur
tertentu merupakan faktor untuk menentukan jumlah zat makanan yang harus
diberikan agar kehamilannya lancar. Dinegara maju pertambahan berat selama
hamil sekitar 12-14 kg. Kalau ibu kekurangan gizi, pertambahannya hanya 7-8 kg
dengan akibat akan mlahirkan bayi BBLR.
3.
Suhu Lingkungan
Suhu
tubuh dipertahankan pada 36,5 derajat sampai 37 derajat untuk metabolisme yang
optimum. Dengan adanya perbedaan suhu antara tubuh dan lingkungannya, maka
tubuh dan melepaskan sebagian panasnya yang harus diganti dengan hasil
metabolisme tubuh. Maka lebih besar perbedaan bsuhu tubuh dan lingkungan
berarti besar pula masukan energi yang diperlukan.
4.
Aktivitas
Setiap
aktifitas memerlukan energi, makin banyak aktifitas yang dilakukan makin banyak
energi yang diperlukan tubuh.
5.
Status Kesehatan
Pada
kondisi sakit asupan energi tidak boleh dilupakan. Ibu hamil dianjurkan
mengkonsumsi tablet yang mengandung zat besi.
6.
Pengetahuan Zat Gizi dalam Makanan
7.
Kebiasaan dan Pandangan Wanita terhadap Makanan
Pada
umumnya kaum wanita lbih memberikan perhatian khusus pada kepala keluarga dan
anak-anaknya. Ibu hamil harus mengkonsumsi kalori paling sedikit 3000 kalori
per hari.
8.
Status Ekonomi
Baik
status ekonomi maupun sosial sangat mempengaruhi seorang wanita dalam memilih
makanannya.
2.6 Dampak
kekurangan Gizi pada Ibu Hamil
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat
menyebabkan BBLR, terhambatnya pertumbuhan otak janin, bayi lahir dengan kurang
darah (anemia), bayi mudah terkna infeksi dan dapat mengakibatkan abortus.
Status gizi pada ibu hamil dapat ditingkatkan dengan menganjukan ibu hamil
untuk mengkonsumsi makanan yang memenuhi zat-zat gizi yang telah diuraikan
diatas.
Masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil :
1.
Anemi
gizi besi
Anemia
dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada dibawah normal.
Anemia defesiensi besi merupakan salah satu gangguan yang sering terjadi selama
kehamilan. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan pada pertumbuhan
janin baik sel tubuh maupun sel otak.
2.
Kenaikan
berat badan selama hamil yang rndah
Di
negara maju rata-rata kenaikan berat badan selam hamil sebesar 12-14 kg, bila
ibu hamil kurang gizi, maka pertambahanya hanya 7-8 kg yang berakibat
melahirkan bayi BBLR.
3.
Masalah ngidam (emesis gravidarum)
Bila
berlebihan disebut hiperemesis atau tidak normal sehingga harus memperhatikan
kebutuhan gizi. Keadaan ini berlangsung pada trimester 1 ketikka janin tumbuh
besar sehingga kebutuhan gizi ekstra belumlah mendesak. Pada trimester ke 2 dan
3 emesis jarang terjadi lagi tetapi kebutuhan gizi ekstra untuk pertumbuhan
janin perlu.
2.7
Cara mengolah makanan bagi ibu hamil
Makan segar yang kaya gizi
banyak dikonsumsi namun mudah terjangkit bakteri dan jamur. Makanan jangan
terlalu lama disimpan, terutama jenis tepung, havernut, tepung maizena. Susu
yang terlalu lama terkna cahaya dapat kehilangan vitamin B, jika tidak ada lemari es simpan di kotak susu yang
terlindung oleh sinar matahari langsung dan perhatikan pada tanggal kadaluarsa.
Jangan garami daging atau ikan sebelum dimasak, karena dapat melenyapkan
sarinya yang alami.
Contoh
menu makanan
ibu hamil
|
Waktu
|
Menu
|
Gram
|
Ukuran Rumah Tangga
|
Manfaat Nutrisi
|
|
Pagi pukul 07.00
|
·
Nasi goreng
·
Telur dadar
·
Lalapan tomat dan ketumun
·
Sari jeruk
|
200
50
100
200
|
2gelas
1butir
1 gelas
1 gelas
|
Zat tenaga : 2
Zat pembangun : 1
Zat pengatur : 1
Zat pengatur : 1
|
|
Pukul 10.00
|
·
Bubur kacang ijo
·
Jus tomat
|
200
200
|
1 gelas
1 gelas
|
Zat pembangun : 1
Zaty pengatuir : 1
|
|
Siang pukul 12.00
|
·
Nasi
·
Empal daging
·
Oseng tahu
·
Cah sawi dan wortel
·
Apel
|
200
100
100
100
100
|
2gelas
2potong
4potong
1gelas
1buah
|
Zat tenaga : 2
Zat pembangun : 2
Zat pembangiun : 2
Zat pengatur : 1
Zat pengatur : 1
|
|
Pukul 15.00
|
·
Rujak buah
·
Susu
|
200
200
|
1gelas
1gelas
|
Zat pengatur : 1
Zat pembangun : 1
|
|
Malam pukul 18.00
|
·
Nasi
·
Ayam bakar
·
Tempe penyet
·
Lalapan (kubis, ketimun, leunca)
·
Melon
|
200
100
50
100
100
|
2gelas
2potong
2potong
1gelas
1 potong
|
Zat tenaga : 2
Zat pembangun : 2
Zat pembangun : 1
Zat pengatur : 1
Zat pengatur : 1
|
|
Pukul 21.00
|
·
susu
|
200
|
1gelas
|
Zat pembangun : 1
|
BAB III
PENUTUP
Dapat disimpulkan disini bahwa nutrisi memerankan peranan sangat penting dalam kesehatan ibu juga kesejahteraan bayinya. Maka dari itu baik ibu hamil maupun keluarganya harus memperhatikan asupan gizi ibu hamil baik pilihan nutrisinya, jumlah, cara pengolahan serta makanan yang sebisanya dihindari selama kehamilan.
3.2 Saran
Baik ibu hamil
maupun keluarganya harus memperhatikan asupan gizi ibu hamil baik pilihan
nutrisinya, jumlah, cara pengolahan serta makanan yang sebisanya dihindari
selama kehamilan sehingga ibu dan bayinya tetap sehat dan harus diperhatikan
bahwa pemberian nutrisi bagi ibu hamil tidak boleh lebih juga tidak boleh
kurang.
DAFTAR PUSTAKA
Erna, Yuyun, dan Heriyati. 2005. Gizi dalam
Kesehatan Reproduksi. Jakarta : ECG
Martini, Fairus dan Prasetyowati.
2004. Gizi dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta. Dian Rakyat
Christianasari, Weni. 2010. Gizi Ibu Hamil.
Yogyakarta. Nuha Medika.
I Dewa Nyoman Supariyasa, dkk. 2002. Penelitian
Status Gizi. Jakarta : ECG
Yulaicha,
Lily. 2009. Seri Asuhan Kebidanan Kehamilan, Jakarta : EGC
http://geasy.wordpress.com/2008/04/17/ini-bukan-mengukur-baju-ini-mengukur-lila/
Posted on16 June 2011


Tidak ada komentar:
Posting Komentar